Aceh Tengah – WartaGayo.com; Putra asli Dataran Tinggi Tanoh Gayo,
Helmia pengurus rumah tani Nusantara jakarta mencatatkan langkah strategis dalam penguatan sektor pertanian daerah dengan dipercaya menjabat sebagai Koordinator Operasional PT Rumah tani Nusantara untuk wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keterangan Kerja Nomor 001/KT/RTN/2025 yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara, Bahtiar, di kantor pusat perusahaan yang beralamat di Menara Cakrawala (Skyline Building), Lantai 7, Jalan M.H. Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam surat resmi tertanggal 11 November 2025 itu, Helmia yang tercatat beralamat di Desa Blang Kolak, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, dinyatakan sebagai karyawan aktif dengan jabatan Koordinator Operasional. Ia diberi mandat untuk bertanggung jawab penuh atas seluruh kegiatan operasional serta aktivitas perdagangan (trading) PT Rumah Tani Nusantara di wilayah Aceh Tengah, dengan tetap berada dalam pengawasan dan persetujuan manajemen kantor pusat.
Penugasan tersebut bukan sekadar administratif, melainkan representasi kepercayaan atas rekam jejak Helmia sebagai wirausaha lokal yang konsisten membangun jejaring pemasaran hasil pertanian Tanoh Gayo. Selama ini, ia dikenal aktif menyerap dan mendistribusikan komoditas hortikultura seperti cabai, kol, tomat, serta berbagai palawija dari petani di kawasan dataran tinggi tersebut.
Momentum kepemimpinan Helmia semakin terasa signifikan ketika bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh Tengah dan Bener Meriah pada 26 November 2025. Saat akses darat lumpuh total dan distribusi logistik tersendat, hasil panen petani terancam membusuk karena tidak terserap pasar.
Dalam situasi krisis tersebut, Helmia bersama PT Rumah Tani Nusantara mengambil langkah cepat dan taktis. Distribusi komoditas pertanian dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat kargo menuju Jakarta. Strategi ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan hasil panen petani tetap bernilai ekonomi di tengah kondisi darurat.
Langkah tersebut tidak hanya menyelamatkan komoditas, tetapi juga menjaga keberlangsungan pendapatan ratusan petani yang menggantungkan hidup pada sektor hortikultura. Skema pemasaran lintas daerah yang dijalankan menjadi contoh kolaborasi antara pelaku usaha lokal dan perusahaan nasional dalam merespons bencana.
Bagi masyarakat Tanoh Gayo, kiprah Helmia mencerminkan transformasi peran generasi muda daerah dalam ekosistem agribisnis modern. Dari pusat produksi di dataran tinggi hingga jaringan distribusi nasional, mata rantai perdagangan kini semakin terintegrasi.
Penunjukan Helmia sebagai Koordinator Operasional di dua kabupaten penghasil komoditas pertanian strategis itu diharapkan memperkuat posisi Aceh Tengah dan Bener Meriah sebagai lumbung hortikultura andalan, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani lokal melalui kemitraan berkelanjutan dengan PT Rumah Tani Nusantara.


