Mahasiswa PPKPM IAIN Takengon Kelompok 2 Saksikan Kemeriahan Didong Jalu di Desa Pantan Nangka

Pantan Nangka, Linge – wartagayo.com

Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon yang tergabung dalam Praktik Profesi Keguruan dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPKPM) Kelompok 2 Desa Pantan Nangka mengikuti rangkaian kegiatan Didong Jalu, salah satu kesenian tradisional khas Gayo yang menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa menyaksikan secara langsung penampilan Grup Buana Jaya dari Kabupaten Bener Meriah yang berhadapan dengan Grup Siner Pagi dari Kabupaten Aceh Tengah. Pertunjukan berlangsung meriah dengan menampilkan syair-syair berbahasa Gayo yang dipadukan dengan irama tepukan tangan serta kekompakan para penampil, sehingga menciptakan suasana yang penuh semangat dan sarat makna.

Baca Juga Artikel Berita nya  Cerak-cerak WGC, Begini Tip Dapat LoA dan Kelebihan Kuliah di Malaysia Menurut Akademisi Dr. apt. Vesara Ardhe Gatera

Didong Jalu merupakan seni pertunjukan yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media penyampaian pesan moral, pendidikan, nilai-nilai keagamaan, serta nasihat kehidupan kepada masyarakat. Melalui syair yang disampaikan secara berbalas, para ceh (penyair) mengangkat berbagai tema yang mencerminkan kebijaksanaan, etika, dan kearifan lokal masyarakat Gayo.

Baca Juga Artikel Berita nya  Tim Kegiatan Surve Atu Berukir Kampung Umang Kecamatan. Linge,Lembaga MAHS Yang Berpusat Universitas Kyotso Jepang.

Keikutsertaan mahasiswa PPKPM dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenal dan memahami kekayaan budaya daerah secara langsung. Selain menyaksikan jalannya pertunjukan, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai sejarah, nilai filosofis, dan peran Didong Jalu sebagai salah satu warisan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Gayo dari generasi ke generasi.

Baca Juga Artikel Berita nya  Tugas Pokok Dan Fungsi Sarak Opat Dalam Peradilan Adat(Remung Sile)

Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat mahasiswa dalam menghargai keberagaman budaya lokal selama menjalankan pengabdian di Desa Pantan Nangka. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari identitas serta kekayaan bangsa Indonesia.