Reje Umang Wahyu Putra,Kembangkan Tanaman Cabai dan Tomat,Target Panen Bulan Ramadhan.

Linge – wartagayo.com

Budidaya tanaman cabai di Umang Isaq, yang berada di daerah dataran tinggi Gayo Aceh Tengah, menunjukkan potensi besar karena kondisi tanah dan iklimnya yang dinilai sangat cocok untuk komoditas ini. Tanaman cabai dapat tumbuh baik di dataran hingga ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut, dengan pertumbuhan optimal pada 0–500 mdpl, namun daerah dingin seperti Gayo juga merupakan sentra produksi cabai.
Faktor Pendukung:
Kondisi Tanah dan Iklim: Tanah di dataran tinggi Gayo, termasuk wilayah sekitar Umang Isaq, dikenal subur dan mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura seperti cabai secara optimal.

Tanaman cabai di kampung Umang
sebagai komoditas penting untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, seperti yang terlihat,

Reje Umang kecamatan Linge Wahyu Putra, katakan kemedia ini 23/11/2025.

Baca Juga Artikel Berita nya  Hari Kelima Lebaran, Kapolres Aceh Tengah Patroli R2 Monitoring Arus Lalu Lintas di Lokasi Wisata

Menanam cabai di Umang Isaq, yang berada di wilayah Aceh Tengah, sangat memungkinkan karena daerah tersebut dikenal sebagai salah satu sentra produksi cabai, Budidaya cabai di sini dapat berhasil dengan penerapan metode tanam yang tepat, mulai dari persiapan lahan hingga panen.

menanam cabai di Umang Isaq:
1. Persiapan Lahan
Olah Tanah: Gemburkan tanah dengan mencangkul atau membajak sedalam 30-40 cm, lalu biarkan mengering selama 1-2 minggu.
Buat Bedengan: Buat bedengan dengan tinggi sekitar 30-40 cm. Tanaman cabai tidak tahan terhadap genangan air, jadi pastikan drainase lahan baik.
Pemberian Pupuk Dasar: Berikan pupuk organik (kompos atau pupuk kandang) dengan dosis sekitar 20 ton per hektar, serta kapur pertanian (dolomit) jika pH tanah terlalu asam. Campurkan secara merata pada bedengan.
Pasang Mulsa: Dianjurkan menggunakan mulsa plastik hitam perak untuk mempertahankan kelembapan tanah, mengendalikan gulma, dan menjaga kebersihan kebun.
2. Persemaian dan Penanaman
Pilih Benih Berkualitas: Gunakan benih dari varietas unggul yang tahan terhadap virus dan penyakit lokal. Varietas lokal seperti ‘Odeng’ dikenal baik di daerah sekitar Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Persemaian: Semai benih terlebih dahulu dalam media campuran tanah, kompos, dan sekam bakar (3:2:1). Penanaman biji langsung di lahan tidak disarankan.
Pindah Tanam: Bibit siap dipindah tanam ke lahan setelah berumur sekitar 25 hari atau memiliki 3-4 helai daun permanen. Lakukan penanaman pada sore hari untuk menghindari stres akibat panas matahari.
3. Pemeliharaan Tanaman
Penyiraman: Siram tanaman secara teratur, terutama pada masa awal pertumbuhan. Tanaman cabai membutuhkan kelembapan yang cukup.
Pemupukan Susulan: Berikan pupuk susulan secara berkala (misalnya NPK) sesuai dosis yang dianjurkan dan kebutuhan tanaman, dimulai beberapa minggu setelah tanam.
Pengendalian Hama dan Penyakit: Lakukan pemantauan rutin dan terapkan pengendalian hama dan penyakit terpadu. Konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk metode terbaik di Umang Isaq.
Pemangkasan: Lakukan pemangkasan pada tunas air di bagian bawah untuk mengoptimalkan pertumbuhan.
4. Panen
Tanaman cabai biasanya mulai bisa dipanen sekitar 2,5 sampai 3 bulan setelah tanam, tergantung varietasnya.
Dengan mengikuti langkah-langkah budidaya yang baik, dapat mengoptimalkan hasil panen cabai di Umang Isaq,jelasnya.

Baca Juga Artikel Berita nya  Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Celala Polres Aceh Tengah Giatkan Peninjauan Lahan Produktif