Linge Aceh Tengah- wartagayo.com
SMPN 39 Pantannangka Aceh Tengah tanggal 28 Oktober 2025.Pelatihan dan peningkatan bahasa Gayo,di ikuti siswa dan siswi serta dewan guru penuh antusias, Pendekatan berbasis kearifan lokal dalam pengajaran Bahasa gayo sangat penting untuk menjaga budaya dan identitas masyarakat Gayo. Dengan mengintegrasikan nilai budaya Gayo, seperti kesopanan dan penghargaan terhadap orang lain,
dalam pembelajaran Bahasa gayo, siswa/siswi SMPN 39 Takengon kampung pantannangka kecamatan Linge kabupaten Aceh Tengah,kepala sekolah SMPN 39 Takengon Akhiruddin S.Ag,tidak hanya menguasai bahasa secara teknis, tetapi juga melestarikan warisan budaya gayo,sejak sekarang dikenalkan bahasa Gayo,tutur sapa sehari- hari di rumah dan di sekolah setiap hari kamis,
Menggunakan ungkapan sopan seperti kata kata kutatangan jejari sepuluh,sebelas urum utok kepala ku,ku Tiro Apun ku Tuhen dan Muniro maaf ku Ama ine Abang engi juga si tutur kail urum ibi,
mencerminkan nilai budaya Gayo yang mengutamakan keharmonisan sosial,dari masa ke masa bertumbuh kembang baik di lingkungan kampung dan di dalam keluarga siswa dan siswi.
Penggunaan pendekatan kearifan lokal dalam berbahasa memiliki peran yang sangat penting, khususnya dalam pembelajaran Bahasa. Pendekatan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai teknis bahasa, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai budaya yang telah ada sejak lama dan menjadi identitas suatu komunitas. Dalam konteks pengajaran Bahasa gayo, pendekatan berbasis kearifan lokal membantu siswa untuk tidak hanya menguasai bahasa secara teknis, tetapi juga untuk memahami bagaimana bahasa tersebut digunakan dalam konteks sosial dan budaya. Oleh karena itu, pengajaran Bahasa yang mengaitkan kearifan lokal Gayo memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana berkomunikasi secara efektif dalam konteks budaya,seperti tutur kata,pepatah pepitih,teka tiki,adat istiadat Gayo,
sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal
Penguatan Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal.
Pelatihan untuk Guru dan Penguatan Pengajaran Bahasa Gayo.
Pemanfaatan Media Lokal untuk Mempromosikan Bahasa Gayo.
Penggunaan bahasa Gayo dalam media lokal, baik cetak maupun digital, perlu diperkuat untuk meningkatkan eksposur bahasa tersebut di kalangan masyarakat.
Penyelenggaraan Festival Budaya dan Kegiatan Sosial.
Penerbitan Kebijakan dan Pengawasan Pelestarian Budaya.
Pemberdayaan Komunitas dan Kerja Sama dengan Lembaga Budaya.
Dengan langkah-langkah strategis ini, pemerintah daerah Kabupaten Aceh Tengah dapat memperkuat identitas budaya Gayo dan adat juga istiadatnya yang akan berdampak positif bagi generasi mendatang, melalui penguatan pembelajaran Bahasa yang relevan dengan kearifan lokal dan dapat tetap menjaga eksistensi ke-Gayoannya walau mereka nanti sampai keujung dunia manapun, Gayo jangan hilang Gayo-nya, Gayo jangan hilang adatnya, Gayo jangan hilang budayanya,
Bahasa Gayo adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Gayo di dataran tinggi Aceh, Indonesia, terutama di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Bahasa ini memiliki beberapa dialek berbeda, seperti Gayo Lut, Gayo Deret, dan Gayo Lues, dan memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari bahasa Aceh. Bahasa Gayo juga memiliki tingkatan kesopanan yang tercermin dalam penggunaan sapaan dan kosakata.
Tingkatan kesopanan: Bahasa Gayo mengenal tingkatan kesopanan yang tercermin dalam penggunaan sapaan dan pilihan kata. Penggunaan panggilan yang berbeda menunjukkan tata krama dan rasa hormat.
Fungsi: Bahasa ini tidak hanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga dalam berbagai upacara adat dan ritual keagamaan. Ada juga bentuk tuturan bijak yang disebut “peri mestike” yang digunakan untuk menyampaikan pesan moral.
Contoh kata dan frasa
Basa Gayo: Bahasa Gayo
Sahen gëral Kam?: Siapa nama Anda?
Gëralku Polan,
Isi Kam sekulah ?:
Saya sekolah di SMPN 39.
Dalam acara kegiatan tersebut sebagai narasumber salah satu tokoh masyarakat kecamatan Linge A.Padli.


