Genap Linge DPRK Aceh Tengah Ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447 H.

Aceh Tengah – wartagayo.com

Anggota DPRK Aceh Tengah Genap Linge, yang juga menjabat sebagai wakil Ketua Komisi B DPRK Aceh Tengah,juga Sekretaris Fraksi NasDem Aceh Tengah, menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada seluruh masyarakat Aceh Tengah.

Dalam pernyataannya, Genap Linge mengajak umat Muslim untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh rasa syukur dan meningkatkan kualitas ibadah,
kepedulian sosial, serta semangat kebersamaan.

Bulan suci Ramadhan 2026 telah berjalan 5 hari belakangan ini membawa kesempatan memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah. Momen ini menjadi waktu yang tepat untuk menata spiritual dan memperkuat kepedulian sosial.

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga penuh makna keagamaan. Umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan bulan ini sebaik mungkin demi meraih keberkahan.

Tadarus Al Quran Untuk Tingkatkan Keimanan Ramadan
Ramadhan disebut syahrul maghfirah karena diyakini sebagai bulan penuh ampunan. Hadis Rasulullah SAW menyebutkan, siapa yang berpuasa dengan penuh keimanan dan berharap ridha Allah, dosanya akan diampuni.

Baca Juga Artikel Berita nya  Antisipasi Karhutla Saat Musim Kemarau Jajaran Kepolisian Rutin Lakukan Patroli Dan Sosialisasi

Ianya menjelaskan bulan ini menjadi kesempatan memperbaiki diri. “Di akhir Ramadhan, kita kembali fitrah, artinya kembali suci karena dibersihkan dari dosa selama setahun,” ujarnya.

Melalui puasa dan ibadah lain, seorang Muslim dapat membersihkan jiwa dan hati. Niat yang ikhlas untuk mencari ridha Allah menjadi kunci keberkahan.

Momentum syahrul maghfirah juga menuntun umat untuk introspeksi diri. Ramadhan memberi peluang memperbaiki akhlak dan memperkuat iman.

Syahrul Qur’an atau Bulan Al-Qur’an

Keutamaan lain, Ramadhan dikenal sebagai syahrul Qur’an karena bulan turunnya Al-Qur’an. Selama bulan ini, lantunan ayat suci terdengar lebih sering di masjid maupun rumah.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak tadarus, tidak hanya membaca tapi juga memahami isi Al-Qur’an. “Selama bulan Ramadhan, orang Islam biasanya membaca Al-Qur’an sebanyak-banyaknya,

Baca Juga Artikel Berita nya  Jaga Keselamatan Siswa Menyeberang Polsek Bintang Polres Aceh Tengah Gelar Pagi Di Area Sekolah

Peringatan Nuzulul Qur’an terjadi pada bulan ini, menandai turunnya wahyu pertama Al-Qur’an. Momen ini terkait dengan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, hadir di 10 malam terakhir Ramadhan.

Tadarus dan pengkajian Al-Qur’an membantu umat menginternalisasi nilai-nilai moral. Penerapan ayat-ayat suci menjadi panduan dalam kehidupan sehari-hari.

Bulan Pahala Dilipatgandakan

Ramadhan dikenal sebagai bulan ketika setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya. menjelaskan pahala amalan bisa berlipat,
Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an memiliki pahala tersendiri. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an serta memperbanyak ibadah sunnah, zikir, dan doa.

Selain itu, kebaikan lain seperti membantu sesama juga mendapat ganjaran besar. Setiap perbuatan baik, sekecil apa pun, akan dicatat sebagai amal shalih.

Pahala yang berlipat ganda ini mendorong umat meningkatkan kualitas ibadah. Ramadhan menjadi kesempatan menambah amal kebaikan secara maksimal.

Baca Juga Artikel Berita nya  Jelang Bulan Suci Ramadhan 1445 H, Kapolres Aceh Tengah Himbau Warga Jaga Keamanan Dan Kerukunan

Ibadah sunnah lain seperti salat tarawih dan dhuha juga dianjurkan. Dengan konsistensi beribadah, bulan ini menjadi momen memperdalam spiritualitas.

Syahrul Shodaqoh atau Bulan Sedekah

Ramadhan juga dikenal sebagai bulan sedekah. Umat Muslim didorong meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, sedekah, dan berbagi makanan.

Zakat fitrah menjadi kewajiban yang ditunaikan pada akhir Ramadhan. Selain itu, zakat mal dapat disalurkan sesuai ketentuan nisab.

Tradisi memberi makanan berbuka atau sahur menjadi praktik sosial yang umum. “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu,” jelasnya.

Momentum ini mengajarkan nilai empati dan solidaritas. Ramadhan mendorong umat memperkuat hubungan sosial serta membantu yang membutuhkan.

Melalui sedekah dan amal sosial, Ramadhan menjadi bulan penguatan karakter. Spirit kepedulian yang terbentuk akan berdampak sepanjang tahun.tutupnya.