Aceh Tengah –wartagayo.com
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 83/Widya Pratama Seva (WPS) mewujudkan harapan masyarakat dengan membangun Hunian Sementara (Huntara) bagi warga Desa Pedemun, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah.
Pembangunan Huntara tersebut berawal dari harapan yang disampaikan Abdul Rahman Selaku Reje (Kepala Desa) Pedemun saat mahasiswa STIK Angkatan 83 menyalurkan bantuan logistik Kapolri di Posko Pengungsian kawasan Masjid Al Mukmin, Senin (23/2/2026) lalu.
Dalam kesempatan itu, Reje memohon bantuan pembangunan hunian sementara bagi warganya yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Permohonan tersebut langsung direspons cepat oleh para mahasiswa. Keesokan harinya, pembangunan Huntara segera dimulai dan berhasil diselesaikan dalam waktu tiga hari.
Pada hari ini Jumat (27/2/2026), hunian tersebut resmi diserahkan kepada Reje dan masyarakat setempat.
Hunian sementara yang dibangun secara swadaya dan penuh kepedulian tersebut terdiri dari dua kamar dan telah dilengkapi instalasi penerangan listrik yang siap digunakan.
Tidak hanya membangun fisik bangunan, mahasiswa STIK Angkatan 83 juga melengkapi isi kamar berupa tempat tidur, lemari, kipas angin, serta peralatan memasak, kursi, dan meja guna menunjang kebutuhan dasar warga.
Prosesi serah terima ditandai dengan pemotongan pita oleh Reje Pedemun, didampingi dan disaksikan para mahasiswa serta warga yang masih tinggal di posko pengungsian. Suasana haru dan bahagia menyelimuti momen tersebut.
Reje Pedemun menyampaikan terima kasih atas kepedulian mahasiswa STIK Angkatan 83 yang telah mewujudkan harapan masyarakat.
Ia berharap hunian sementara tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga terdampak serta mendoakan agar Polri senantiasa hadir melindungi dan mengayomi masyarakat.
Salah satu perwakilan warga juga mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan atas pembangunan Huntara tersebut. Warga tampak riang dan terharu saat menerima langsung bantuan dari para mahasiswa.
Perwakilan mahasiswa STIK Angkatan 83, IPTU Pedro Celo, menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap hunian sementara tersebut benar-benar memberi manfaat dan kenyamanan bagi warga.
Usai kegiatan, IPTU Pedro Celo bersama rekan-rekannya berpamitan kepada Reje dan masyarakat setempat. Mereka dijadwalkan kembali pada Sabtu pagi (28/2/2026) ke Banda Aceh sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta, seraya memohon doa dan dukungan dalam melanjutkan pengabdian sebagai insan Bhayangkara.
Sementara itu, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa STIK Angkatan 83 atas kepedulian dan dedikasi selama melaksanakan Pengabdian Masyarakat (Dianmas) di Aceh Tengah.
Menurutnya, pembangunan hunian sementara ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan solusi dan harapan bagi warga yang tengah menghadapi musibah.


