Aceh Tengah –wartagayo.com
Seorang warga Desa Lumut, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, mengaku kecewa karena tidak menerima sejumlah bantuan pascabencana seperti uang kebersihan, bantuan jadup (jatah hidup), serta bantuan pemulihan ekonomi dari pemerintah.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Rahayu Anisa (30), warga Dusun Kala empo, Desa Lumut. Ia mengatakan hingga saat ini dirinya belum menerima bantuan tersebut meskipun rumahnya terdampak bencana dan persoalan itu sudah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah desa.
“Sudah sering kami sampaikan ke pemerintah desa, tapi alasannya karena kartu keluarga (KK) kami masih terdaftar di Desa Mungkur, Kecamatan Linge. Padahal sama-sama satu kecamatan,” ujar Rahayu Anisa saat dihubungi melalui telepon, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, alasan tersebut menimbulkan tanda tanya, sebab ada warga lain yang juga menerima bantuan meskipun kartu keluarganya terdaftar di daerah lain.
“Ada tetangga kami yang rumahnya juga kena bencana, KK-nya di Kabupaten Gayo Lues tapi tetap dapat bantuan. Bahkan orangnya tidak tinggal di sini,” katanya.
Rahayu mengaku telah mencoba menghubungi pihak kecamatan untuk menanyakan persoalan tersebut. Namun pihak kecamatan menyampaikan bahwa permasalahan itu menjadi kewenangan pemerintah desa.
“Kami juga sudah menghubungi pemerintah desa. Katanya sudah dilaporkan dan sekarang diusulkan kembali. Tapi kami ragu karena sudah tiga kali diusulkan, belum juga ada kejelasan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pendataan bantuan saat itu dilakukan oleh bedel desa bernama Wahyu Wansyah dari Dusun Kala Empo, Bahkan menurutnya, sempat ada surat keterangan yang diberikan terkait data bantuan tersebut.
“Saat jadup pertama keluar Rp450 ribu, kami diberi tahu lewat telepon oleh adik. Waktu itu kami sedang bekerja menderes getah di kebun berminggu-minggu. Setelah kami turun ke Simpang Owaq untuk mengecek, ternyata nama kami tidak masuk dalam data penerima,” jelasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, bedel Desa Lumut, Wahyu Wansyah, mengatakan bahwa dirinya hanya menerima data dari aparatur desa melalui kaur dan tidak mengetahui secara detail kondisi seluruh warga.
“Saya menerima data dari aparat desa melalui kaur. Saya kan bedel, tidak tahu persis keadaan seluruh warga di Desa Lumut. Data yang saya terima juga sudah saya tanyakan lagi ke aparatur kampung supaya jangan sampai ada yang tertinggal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan memanggil aparatur desa untuk membahas persoalan tersebut.
“Nanti saya akan memanggil semua aparatur desa terkait masalah ini,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa terkait kejelasan usulan bantuan yang disebut sudah beberapa kali diajukan tersebut.

