Aceh Tengah –wartagayo.com
Satlantas Polres Aceh Tengah terus mengintensifkan patroli humanis guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dari kebisingan knalpot brong pada malam hari. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu malam (26/7/2026) dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif.
Patroli yang berlangsung sejak pukul 20.30 hingga 23.45 WIB melibatkan sembilan personel Satlantas dengan menyasar sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya remaja, rawan balap liar, serta berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban masyarakat. Rute patroli meliputi Jalan Lebe Kader, Jalan Sengeda, Terminal Lama Takengon, Pasar Inpres, Jalan depan SPBU Lintang, hingga Jalan Desa Mongal, Kecamatan Bebesan.
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas AKP Rerit Oktafiandi, S.Tr.K., S.I.K., CPHR., mengatakan bahwa patroli humanis merupakan langkah preventif untuk mencegah balap liar sekaligus menekan penggunaan knalpot brong yang kerap dikeluhkan masyarakat karena menimbulkan kebisingan, terutama pada malam hari.
“Selain melakukan patroli, personel juga memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat, khususnya para remaja, agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, tidak melakukan balap liar, serta tidak menggunakan knalpot brong yang dapat mengganggu kenyamanan warga,” ujarnya.
Selama patroli, personel juga melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan kecelakaan dan lokasi yang berpotensi menjadi arena balap liar untuk memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat yang masih beraktivitas maupun beristirahat pada malam hari.
Dari hasil kegiatan tersebut, petugas berhasil menertibkan empat unit sepeda motor yang menggunakan knalpot brong. Terhadap para pengendara tidak dilakukan penindakan tilang, melainkan diberikan pembinaan secara humanis dengan mewajibkan penggantian knalpot menjadi standar di Mako Polres Aceh Tengah.
Kasat Lantas menegaskan, pendekatan yang mengedepankan edukasi dan pembinaan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, mengurangi potensi balap liar dan kebisingan kendaraan, serta mewujudkan situasi Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kabupaten Aceh Tengah.

