Diduga Tak Sesuai RAP, Lapangan Futsal di Jerata Cepat Rusak – Bendera Merah Putih Kusut dan Koyak

Aceh Tengah – Wartagayo.com. Pembangunan lapangan futsal di Kampung (Desa) Jerata, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, yang didanai melalui Dana Desa, diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP). Baru beberapa minggu selesai dibangun, kondisi lapangan futsal tersebut sudah mengalami banyak kerusakan, seperti retak dan pecah di berbagai bagian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan lapangan futsal dengan ukuran 15 x 28 meter ini menelan anggaran sekitar Rp44.000.000. Namun, kualitasnya dinilai sangat buruk. Dari kondisi kerusakan yang terlihat, diduga kuat campuran semen dan pasir tidak sebanding, sehingga daya tahan bangunan menjadi sangat lemah.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keprihatinannya.

Baca Juga Artikel Berita nya  Pelantikan Panitia Reuni A'89 SMA Negeri Pangururan "Unik dan Sakral" Pakai Ulos

“Lapangan futsal ini baru selesai dibangun beberapa minggu lalu, tapi sudah banyak yang retak dan pecah. Semennya sangat tipis, dan bahkan tidak ada tiang maupun net-nya,” ujar warga tersebut.

Tak hanya itu, kondisi gedung Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) di desa tersebut juga memprihatinkan. Bangunan tersebut terlihat tidak terawat dengan rumput liar yang tumbuh tinggi, menyerupai semak belukar. Warga menyebutnya seperti gedung yang telah lama terbengkalai.

Konfirmasi ke Pihak Desa

Tim media yang turun langsung ke lokasi menemukan kondisi lapangan futsal sesuai dengan keluhan warga—banyak bagian yang retak dan pecah, serta tanpa tiang dan net.

Baca Juga Artikel Berita nya  Cegah Karhutla Di Musim Kemarau, Jajaran Polres Aceh Tengah Tingkatkan Patroli Dan Sosialisasi

Saat dikonfirmasi kepada Reje (Kepala Desa) Jerata, Sukendi, ia menyatakan bahwa pembangunan lapangan futsal tersebut dikerjakan oleh Kaur Pembangunan.

“Anggaran pembangunan lapangan futsal ini sekitar Rp44.000.000,” ujar Sukendi singkat.

Namun, saat ditanya mengenai kondisi gedung BUMK yang tidak terawat, ia enggan memberikan jawaban atau keterangan lebih lanjut.

Bendera Merah Putih Kusam dan Koyak

Selain kondisi lapangan futsal yang memprihatinkan, di kantor Reje juga terlihat bendera Merah Putih yang sudah kusam, kusut, dan koyak. Hal ini menimbulkan kesan bahwa kantor tersebut kurang aktif dan tidak terurus.

Baca Juga Artikel Berita nya  Besok DPRK Aceh Tengah Dilantik, Namun Sayang Wartawan Dilarang Meliput Didalam Gedung

Sebagai simbol negara, bendera Merah Putih seharusnya selalu dijaga kehormatannya. Kondisi bendera yang lusuh dan rusak ini menjadi sorotan warga, yang berharap adanya perhatian lebih dari aparatur desa.

Harapan Warga untuk Pemerintah Daerah

Masyarakat Jerata berharap agar Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, bersama Inspektorat, Camat Ketol, dan Aparat Penegak Hukum (APH) turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan Dana Desa tahun 2024.

Selain itu, warga juga berharap adanya edukasi kepada aparatur desa tentang pentingnya menjaga simbol negara, seperti bendera Merah Putih, agar tetap dalam kondisi yang layak.

(Liputan: Onot Pejebe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *