20 Hari Pasca Bencana, Hanafiah DPRK Aceh Tengah Desak Pemerintah Segera Bangun Jembatan dan Jalan Rusak

Aceh Tengah, WartaGayo.com – Memasuki hari ke-20 pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah, kondisi masyarakat masih memprihatinkan. Akses transportasi yang terputus akibat rusaknya jembatan dan badan jalan membuat aktivitas warga lumpuh total.

Anggota DPRK Aceh Tengah Komisi C dari Fraksi Golkar, Hanafiah, bersama rekan-rekannya terus mendesak Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Pusat agar segera mengambil langkah cepat dengan menyiapkan pembangunan jembatan darurat serta perbaikan badan jalan yang rusak parah.

Hanafiah menyampaikan, hingga saat ini masyarakat di sejumlah kampung masih harus berjalan kaki menempuh jarak puluhan kilometer hanya untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari. Kondisi tersebut sangat memberatkan, terutama bagi warga kecil yang terdampak langsung bencana.

Baca Juga Artikel Berita nya  Polri untuk Masyarakat, Satlantas Polres Aceh Tengah Hadirkan Layanan Samsat Keliling di Hari Libur

“Sudah 20 hari pasca bencana, namun akses jalan dan jembatan belum juga bisa dilalui. Masyarakat terpaksa berjalan kaki puluhan kilometer untuk memenuhi kebutuhan pokok. Ini kondisi darurat yang harus segera ditangani,” ujar Hanafiah.

Baca Juga Artikel Berita nya  MASA KU MASA

Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ancaman krisis pangan di Aceh Tengah. Menurutnya, sekitar 80 persen masyarakat terancam kelaparan jika kondisi ini terus dibiarkan. Meski bahan logistik tersedia di seputaran kota, masyarakat kecil tidak mampu menjangkaunya karena harga kebutuhan pokok melonjak tajam.

Baca Juga Artikel Berita nya  Antisipasi Kebakaran Hutan Dan Lahan, Polres Aceh Tengah Gencar Lakukan Patroli Sosialisasi

Untuk itu, Hanafiah meminta pemerintah provinsi dan pusat segera menurunkan alat berat, membangun jembatan darurat, serta menjamin stabilitas harga dan distribusi logistik hingga ke pelosok kampung.

“Pemerintah harus hadir secara nyata. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi menyangkut keselamatan dan kelangsungan hidup masyarakat Aceh Tengah,” tegasnya.