Aceh Tengah – Wartagayo.com: Ratusan hektare lahan persawahan milik warga di Kampung Kuyun dan Kuyun Toa, Kabupaten Aceh Tengah, terancam tidak dapat digarap akibat rusaknya sistem irigasi pascabanjir yang terjadi beberapa bulan lalu.
Bencana hidrometeorologi tersebut menyebabkan hulu irigasi tertutup material berupa pasir dan batu dari aliran sungai, sehingga aliran air menuju sawah warga terputus total. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas pertanian masyarakat yang sangat bergantung pada pasokan air.
Salah seorang tokoh masyarakat Kuyun, Dwi Putra, mengungkapkan keluhannya terkait kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa lahan sawah miliknya seluas kurang lebih setengah hektare sudah tidak bisa digarap selama lima tahun terakhir akibat kerusakan jaringan irigasi.
“Banyak titik irigasi yang longsor dan rusak, sehingga air tidak bisa lagi mengalir ke sawah. Ditambah lagi banjir beberapa bulan lalu membuat kondisi semakin parah karena hulu irigasi tertutup material pasir dan batu,” ujarnya.
Ia menambahkan, dampak dari kerusakan tersebut kini dirasakan secara luas oleh masyarakat, di mana ratusan hektare sawah terancam tidak bisa ditanami karena ketiadaan sumber air.
Mewakili warga, Dwi Putra berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem pengairan di wilayah tersebut.
“Kami sangat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah untuk segera membenahi irigasi ini. Jika tidak segera ditangani, ketahanan pangan masyarakat Kuyun dan Kuyun Toa akan terganggu,” harapnya.
Warga kini menanti solusi cepat agar lahan pertanian mereka dapat kembali produktif dan mendukung keberlangsungan ekonomi serta ketahanan pangan di daerah tersebut.
