Takengon —wartagayo.com
Kegiatan belajar mengajar di sekolah darurat SD Negeri 11 Linge telah berlangsung selama 15 hari. Sekolah yang beralamat di Kampung Pantan Nangka, Kecamatan Linge ini tetap melaksanakan proses pembelajaran meskipun dalam kondisi sarana dan prasarana yang sangat terbatas.
Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di dalam tenda darurat. Namun, kondisi tenda yang digunakan saat ini dinilai kurang memadai. Tinggi tenda yang rendah serta minimnya sirkulasi udara menyebabkan suasana belajar menjadi panas dan kurang nyaman bagi para siswa.
Salah seorang guru, Widarto, Guru Wali Kelas VI SD Negeri 11 Linge, menyampaikan bahwa kondisi tersebut cukup mengganggu kenyamanan belajar siswa.20/01/2026.
Lanjutnya Kami tetap berusaha melaksanakan kegiatan belajar mengajar sebaik mungkin. Namun, kondisi tenda yang pendek dan panas membuat siswa kurang nyaman dan cepat lelah saat belajar, terutama pada siang hari,
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, para guru dan siswa tetap menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran. Pihak sekolah bersama masyarakat setempat berharap adanya perhatian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan bantuan berupa tenda yang lebih tinggi dan lebih layak, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan aman dan kondusif.
Sekolah darurat ini diharapkan hanya menjadi solusi sementara sembari menunggu adanya perbaikan atau pembangunan fasilitas sekolah yang lebih permanen. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan demi menjamin kelangsungan pendidikan anak-anak di SD Negeri 11 Linge kecamatan Linge kabupaten Aceh Tengah.
