Aceh Tengah, Wartagayo.com. – Tradisi Ketibung Gayo, salah satu tradisi khas masyarakat di dataran tinggi Gayo, kembali digelar dan mendapat sambutan hangat dari warga. Wartawan Warta Gayo, Abdulkadir Melala, bahkan dipercaya menjadi wasit pertama dalam kegiatan tersebut.
Menurut Abdulkadir, Ketibung Gayo merupakan tradisi lama yang dimainkan di sungai, dengan cara memukul air hingga menghasilkan suara gemuruh. Dahulu, tradisi ini sering dimainkan oleh ibu-ibu saat mandi di sungai. “Suara air yang dipukul itu terdengar seperti tabuhan, sehingga disebut Ketibung Gayo. Saya merasa sangat terharu karena tradisi ini masih bisa dipertunjukkan. Barangkali, hanya di dataran tinggi Gayo tradisi seperti ini masih ada, bahkan mungkin tidak ditemukan di belahan dunia lain,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah terpilih yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat penting agar tradisi yang diwariskan sejak lama ini tetap lestari dan dikenal luas.
Tokoh Gayo perantauan asal Jakarta, Usman Nujuli, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia dikenal sebagai sosok yang menggagas kembali Ketibung Gayo. Usman menegaskan, tradisi ini jangan sampai hilang. “Kita tidak boleh melupakan warisan leluhur. Ketibung Gayo adalah kebanggaan masyarakat Gayo yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap Ketibung Gayo dapat terus digelar secara rutin sebagai sarana mempererat kebersamaan sekaligus mengingatkan generasi muda akan nilai-nilai tradisi yang ada di tengah masyarakat Gayo. ( Redaksi )