Aceh Tengah, WartaGayo.com– Penderitaan masyarakat akibat bencana longsor dan banjir bandang di Kabupaten Aceh Tengah tampaknya belum berakhir. Setelah infrastruktur rusak parah, kini muncul keluhan baru dari pengguna jalan terkait dugaan pungutan liar (pungli) di Kampung Kuyun Uken, Kecamatan Celala.
Seorang pengguna jalan yang melintasi jalur Celala–Gelelungi mengaku mengalami kejadian tidak menyenangkan saat melewati jembatan darurat di wilayah tersebut.
Ia mengungkapkan, ketika berada di pertengahan perjalanan, tiba-tiba dihentikan oleh sekelompok warga yang meminta sejumlah uang dengan alasan “biaya sekadarnya”.
“Jika tidak diberi, saya diminta untuk melewati jalur alternatif darurat yang melintasi alur sungai, yang tentu sangat berisiko,” ungkapnya.
Saat mempertanyakan alasan pungutan tersebut, warga yang berjaga di lokasi menyatakan bahwa jembatan darurat itu dibangun secara swadaya oleh masyarakat Kampung Kuyun Uken dan bukan oleh pemerintah. Alasan inilah yang kemudian dijadikan dasar untuk meminta uang kepada setiap pengguna jalan yang melintas.
Hal yang dinilai janggal, menurut pengguna jalan tersebut, adalah adanya sekelompok warga yang berjaga secara bergantian di jembatan itu sejak pagi buta, seolah menjadikan aktivitas tersebut sebagai rutinitas. Kondisi ini menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pengguna jalan lainnya.
“Atas nama masyarakat, kami meminta kepada aparat penegak hukum dan pihak terkait agar dapat menindaklanjuti dan menertibkan dugaan pungutan liar ini, sehingga tidak menambah penderitaan warga pasca bencana,” harapnya.
Peristiwa ini terjadi di Kampung Kuyun Uken, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, dan diharapkan segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah serta aparat berwenang.


