Breaking News
Imem Mukim Gelung Perajah Kecamatan Linge Kirim Surat permohonan bantuan mobil ambulans Postu PantanNangka. SIMEHATE Patroli Gabungan Polres Aceh Tengah, TNI dan Satpol PP-WH Sasar Keramaian Malam di Takengon Kapolres Aceh Tengah Turun ke Huntara Bintang Pepara, Salurkan Bantuan dan Pastikan Warga Terdata Amankan Pasar Murah, Polsek Kute Panang Hadir Beri Rasa Aman bagi Masyarakat ACEH TENGAH – Kehadiran Polri di tengah masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan Pasar Murah di Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah. Personel Polsek Kute Panang melakukan pengamanan untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan bahan pokok dengan aman, tertib dan nyaman, Jumat (2/10/2026). Pasar Murah yang digelar Dinas Perdagangan Kabupaten Aceh Tengah tersebut berlangsung di halaman Kantor Camat Kute Panang, Kampung Ratawali, mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan merupakan bagian dari Operasi Pasar Reguler dan Pasar Khusus untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Sejumlah bahan pokok dijual dalam satu paket senilai Rp245.000. Paket tersebut terdiri atas beras premium 10 kilogram seharga Rp115.000, telur ayam satu papan Rp45.000, minyak goreng dua liter Rp41.000, gula pasir dua kilogram Rp34.000, serta tepung terigu satu kilogram Rp10.000. Kapolres Aceh Tengah AKBP Teguh Siswoyo, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kute Panang IPTU Kamaruddinsyah, S.H., mengatakan pengamanan dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. “Polri hadir bukan hanya dalam situasi gangguan keamanan, tetapi juga dalam kegiatan masyarakat. Kami memastikan Pasar Murah berjalan aman dan tertib sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan nyaman,” katanya. Polres Aceh Tengah Melayani dengan HATI. Musara Ate, Sara Tuju untuk Masyarakat.

Nasib BUMD di Persimpangan: Integritas Pansel Tangan Pansel Si Pertaruhkan.

Takengon, wartagayo

27 Agustus 2025, Proses pemilihan Ketua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aceh Tengah, khususnya PD Tanoh Gayo, kini menjadi perhatian serius publik. Posisi strategis BUMD yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dikorbankan hanya karena kepentingan politik atau kedekatan pribadi.

Tokoh muda Gayo, Gilang Ken Tawar, yang juga aktif di Aliansi Masyarakat Gayo (AMG) dan Gayo Leader’s Club (GLC), menegaskan bahwa tim panitia seleksi (pansel) harus benar-benar menjaga integritas proses ini. Menurutnya, jika pansel sampai terindikasi “main mata” dengan kandidat tertentu, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah akan hancur.

Baca Juga Artikel Berita nya  Senyum Bahagia Rosmaini di Hari Bhayangkara: Dapat Rumah Impian dari Kapolres Aceh Tengah

“BUMD bukan alat politik, melainkan instrumen ekonomi daerah. Maka pansel harus bersih dari intervensi. Jangan sampai ada kongkalikong dengan pihak mana pun, apalagi karena faktor keluarga atau kepentingan politik. Itu akan menjadi pengkhianatan terhadap masyarakat,” tegas Gilang, Kamis (28/8).

Ia menambahkan, kegagalan BUMD di masa lalu harus dijadikan pelajaran penting. Kesalahan memilih pemimpin hanya akan memperburuk manajemen, menggerus kinerja, dan melemahkan kontribusi BUMD terhadap PAD Aceh Tengah.

Baca Juga Artikel Berita nya  Muspika Kecamatan Linge,Indahnya Kebersamaan Di Atu Belah,

Menurut Gilang, pansel dituntut menilai kapasitas, pengalaman, integritas, dan visi calon secara objektif. Seleksi yang sarat kepentingan hanya akan melahirkan pemimpin instan yang tidak mampu membawa perubahan.

“Kalau pansel memilih karena faktor kekerabatan, itu sama saja mencederai kepercayaan publik. Dampaknya bukan hanya melemahkan BUMD, tapi juga bisa memicu gelombang kritik dan kekecewaan masyarakat,” ujar Gilang.

Ia menekankan, masyarakat Aceh Tengah menaruh harapan besar agar PD Tanoh Gayo bisa keluar dari keterpurukan dan menjadi BUMD yang kompetitif. Oleh karena itu, pansel memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan.

Baca Juga Artikel Berita nya  Polisi Aceh Tengah Nobar Semifinal Piala AFC Asia Bersama Masyarakat Dukung Timnas U-23

“Yang dibutuhkan sekarang adalah figur yang mampu membenahi persoalan, memperkuat daya saing, dan memberi manfaat nyata bagi daerah. Jika pansel gagal menjaga independensinya, maka publik berhak menganggap seleksi ini hanyalah formalitas belaka,” pungkas Gilang.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *