Aceh Tengah —wartagayo.com
Kepedulian Bhayangkari terhadap masyarakat terdampak bencana kembali diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang masih menjalani kehidupan di hunian sementara (huntara) Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, Ny. Sari Ruddi, bersama rombongan mengunjungi Huntara Kampung Umang dan Kampung Penarun, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Bhayangkari Peduli dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Bhayangkari menyalurkan bantuan berupa pembangunan fasilitas air bersih, termasuk bak penampungan dan sarana pendukung, sembako untuk kebutuhan sehari-hari, serta buku dan alat tulis bagi anak-anak penghuni huntara.
Rombongan tiba di Huntara Kampung Umang sekitar pukul 09.30 WIB dan disambut masyarakat melalui prosesi adat Gayo Tepung Tawar serta Tari Guel. Ny. Sari Ruddi kemudian meninjau langsung fasilitas air bersih yang dibangun melalui program Bhayangkari Peduli.
Kegiatan dilanjutkan ke Huntara Kampung Penarun. Di lokasi tersebut, Ny. Sari Ruddi bersama rombongan berdialog dengan warga, melihat fasilitas sumber air bersih yang telah dibangun, serta menyerahkan bantuan sembako dan alat tulis.
Kehadiran Bhayangkari di tengah warga menjadi ruang untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya, terutama selama warga masih berada di hunian sementara.
Dalam kegiatan itu, Ny. Sari Ruddi didampingi Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Tengah Ny. Vifa Taufiq, para pejabat utama Polres Aceh Tengah serta pengurus Bhayangkari Cabang Aceh Tengah.
Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq menjelaskan perkembangan pembangunan fasilitas air bersih, termasuk hasil pengujian kualitas air melalui laboratorium. Ia berharap sarana tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabencana. Kami berharap fasilitas air bersih ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga huntara,” ujar Taufiq.
Ia juga mengingatkan warga agar penggunaan air untuk kebutuhan konsumsi tetap memperhatikan aspek kesehatan. Air yang tersedia disarankan melalui proses penyaringan dan dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
Sementara itu, Ny. Sari Ruddi mengatakan program Bhayangkari Peduli merupakan bentuk perhatian kepada masyarakat yang masih bertahan di huntara setelah terdampak bencana.
“Kegiatan ini merupakan bakti sosial Bhayangkari Peduli melalui pembangunan instalasi, bak dan penampungan air bersih bagi masyarakat Huntara Kampung Umang, sekaligus penyaluran bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Apresiasi disampaikan Reje Kampung Umang yang mewakili masyarakat. Ia mengucapkan terima kasih atas perhatian Ketua Umum Bhayangkari, Ketua Bhayangkari Daerah Aceh beserta seluruh jajaran.
“Bantuan instalasi air bersih ini sangat berarti bagi masyarakat kami, terutama warga yang masih tinggal di huntara. Semoga bantuan ini menjadi amal kebaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Reje Kampung Penarun. Menurutnya, bantuan sembako membantu memenuhi kebutuhan warga, sedangkan fasilitas air bersih menjadi sarana penting selama masyarakat masih menempati huntara.
“Kami sangat bersyukur atas kunjungan dan bantuan yang diberikan. Perhatian ini membuat masyarakat merasa tidak sendiri dalam menghadapi kondisi pascabencana. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Bhayangkari, Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, Kapolres Aceh Tengah beserta seluruh jajaran,” katanya.
Kapolres Aceh Tengah menambahkan, Bhayangkari Peduli merupakan wujud nyata semangat kepedulian dan gotong royong dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana.
“Kehadiran langsung di tengah masyarakat menunjukkan semangat gotong royong untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menguatkan harapan warga dalam menata kembali kehidupan pascabencana,” ujar Taufiq.
