SMPN 4 Takengon Perketat Disiplin, Sekolah Tanpa Bullying Jadi Komitmen Bersama

Aceh Tengah–wartagayo.com

SMP Negeri 4 Takengon memperkuat aturan disiplin siswa sekaligus memasukkan pencegahan perundungan sebagai salah satu prioritas pembinaan di sekolah. Langkah itu ditempuh setelah sekolah menggelar pertemuan bersama orang tua siswa dan komite sekolah pada Sabtu, 19 September 2026, kemarin.

Kepala SMPN 4 Takengon, Julita Dewi, mengatakan persoalan pendidikan siswa tidak cukup diselesaikan di ruang kelas. Menurut dia, sekolah membutuhkan keterlibatan orang tua, komite, pemerintah kampung, hingga lingkungan sekitar untuk memastikan anak tumbuh dalam suasana yang aman.

“Kami tidak bisa mendidik anak sendirian. Program Tahsin dan Tahfidz untuk penguatan spiritual, sedangkan disiplin dan anti-bullying untuk penguatan karakter. Semua harus didukung oleh semua pihak,” kata Julita, Senin, 28 September 2026.

Baca Juga Artikel Berita nya  Sinergitas TNI–Polri dan Pihak Terkait, Aksi Unjuk Rasa di Aceh Tengah Berjalan Damai dan Kondusif

Ia mengatakan penguatan tata tertib tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan sekolah. Kedisiplinan waktu, kerapian, perilaku antarsiswa, serta cara menyelesaikan persoalan menjadi bagian dari pembentukan karakter.

Perundungan menjadi salah satu perhatian karena lingkungan sekolah semestinya menjadi ruang yang aman bagi siswa untuk belajar dan berkembang. Karena itu, SMPN 4 Takengon melibatkan wali murid, guru, siswa, komite sekolah dan unsur pemerintahan kampung dalam komitmen pencegahan perundungan.

Komitmen tersebut dituangkan melalui deklarasi anti-perundungan yang ditandatangani bersama. Penandatanganan dilakukan oleh Camat Lut Tawar Ade Kurniawan, Kepala SMPN 4 Takengon Julita Dewi, Ketua Komite Sekolah Irwin, Reje Takengon Timur Irwin Zuhri, perwakilan wali murid, wali kelas, siswa, dan dewan guru.

Baca Juga Artikel Berita nya  Peringatan Paskah Bagi Umat Kristiani, Polres Aceh Tengah Kerahkan Personel Di Dua Gereja

Selain persoalan disiplin dan perundungan, sekolah juga memperkuat pembinaan keagamaan melalui ekstrakurikuler Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an. Program itu diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus membangun kebiasaan dan karakter siswa.

Julita mengatakan program tersebut juga sejalan dengan perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terhadap penguatan pendidikan berbasis keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.

“Harapannya anak-anak aman, bahagia, unggul dalam prestasi dan kuat dalam karakter,” ujarnya.

Baca Juga Artikel Berita nya  Polres Aceh Tengah Amankan Shalat Idul Fitri Muhammadiyah di Empat Lokasi, Berlangsung Aman dan Kondusif

Ia menambahkan pihak kecamatan hingga Reje Takengon Timur mengapresiasi langkah sekolah yang menggabungkan penguatan karakter, pendidikan keagamaan dan pencegahan perundungan.

Bagi sekolah, deklarasi tersebut bukan dimaksudkan sebagai kegiatan seremonial semata. Komitmen itu diharapkan menjadi dasar bagi guru dan orang tua untuk lebih cepat mengenali persoalan yang dialami siswa, termasuk ketika muncul perilaku yang berpotensi mengarah pada perundungan.

SMPN 4 Takengon menargetkan lingkungan sekolah yang tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga memberikan rasa aman bagi siswa selama menjalani proses pendidikan