ACEH TENGAH – wartagayo.com
Membentuk generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki masa depan cerah tidak cukup hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga membutuhkan adab, kedisiplinan, serta lingkungan pergaulan yang positif.
Pesan inilah yang disampaikan Kapolres Aceh Tengah AKBP Teguh Siswoyo, S.H., S.I.K., M.H., yang diwakili Wakapolres Kompol Samsir, S.H., saat melaksanakan kegiatan Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) melalui Saweu Sikula di SMP Negeri 2 Takengon, Senin (2/11/2026).
Program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) merupakan salah satu program Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., yang diimplementasikan oleh Polres Aceh Tengah, Polda Aceh, melalui kegiatan rutin Saweu Sikula di sekolah-sekolah. Program ini menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan, sekaligus upaya memberikan edukasi, motivasi, dan pembinaan karakter kepada para pelajar sejak dini.
Dalam kunjungan tersebut, Wakapolres menyampaikan lima pesan penting kepada para siswa sebagai bekal dalam menempuh pendidikan dan menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Pertama, mengutamakan adab sebelum ilmu. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga sikap, sopan santun, etika, dan perilaku terhadap sesama. Adab merupakan fondasi pembentukan karakter yang harus ditanamkan sejak dini.
Kedua, tertib berlalu lintas demi keselamatan. Para siswa diingatkan agar selalu menggunakan helm, baik pengendara maupun penumpang, tidak mengebut, serta mematuhi aturan lalu lintas. Ia mengingatkan bahwa orang tua selalu berharap anak-anaknya berangkat ke sekolah untuk belajar dan kembali ke rumah dalam keadaan sehat dan selamat.
Ketiga, menjauhi narkoba dan zat adiktif. Wakapolres mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba sering berawal dari rasa ingin tahu dan coba-coba. Kebiasaan merokok juga perlu dihindari karena mengandung zat adiktif yang dapat menyebabkan ketergantungan. Para siswa diminta tidak sekali-kali mencoba narkoba maupun zat berbahaya lainnya.
Keempat, bijak menggunakan teknologi dan handphone. Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif, terutama menunjang proses belajar. Sebaliknya, penggunaan yang tidak tepat dapat membawa pengaruh buruk terhadap perilaku dan perkembangan pelajar.
Kelima, saling menghargai dan tidak melakukan perundungan (bullying). Seluruh siswa diajak menghormati perbedaan, tidak merendahkan atau menyakiti teman, serta membangun kepedulian dengan saling membantu. Menurutnya, setiap siswa memiliki kedudukan yang sama dalam menuntut ilmu.
Kemuliaan seseorang tercermin dari amal, adab, dan perilakunya.
Wakapolres juga mengajak para siswa untuk saling mendukung, ikut bergembira atas keberhasilan teman, dan membantu ketika ada teman yang mengalami kesulitan agar suasana belajar tetap nyaman dan penuh kebersamaan.
Kegiatan Saweu Sikula serupa juga dilaksanakan di SMP Negeri 11 Takengon oleh Kasat Binmas AKP Saudin Situmorang, S.Pd., serta di SD Negeri 8 Bebesen oleh personel Satbinmas Polres Aceh Tengah. Program ini turut dilaksanakan oleh Polsek jajaran di sekolah-sekolah wilayah masing-masing.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Teguh Siswoyo, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Rasimin mengatakan, program Polisi Peduli Pendidikan merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap pembinaan generasi muda, sekaligus memperkuat kedekatan polisi dengan lingkungan sekolah.
Melalui Polidik dan Saweu Sikula, Polres Aceh Tengah berharap para pelajar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, beradab, disiplin, serta mampu menjauhi berbagai pengaruh negatif.
Polisi Bersama Masyarakat, hadir mendukung pendidikan dan membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Polres Aceh Tengah berkomitmen terus memberikan pelayanan terbaik melalui semangat Melayani dengan HATI (Humanis, Amanah, Tegas, Inspiratif).
Musara Ate, Sara Tuju untuk Masyarakat.
