Bener Meriah, WartaGayo.com– Bencana alam yang melanda wilayah tengah Aceh tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak serius terhadap mobilitas masyarakat. Terputusnya seluruh akses jalan darat antara Aceh Tengah, Bener Meriah, dan daerah sekitarnya membuat aktivitas warga lumpuh, termasuk keperluan mendesak menuju luar daerah.
Menyikapi kondisi tersebut, TNI Angkatan Udara hadir memberikan solusi kemanusiaan melalui penyediaan penerbangan gratis bagi masyarakat terdampak.
Komando Pasukan Gerak Cepat (KOPASGAT) TNI AU melalui Komandan Batalyon 469 KOPASGAT, Letkol Pas Jhon Herriansyah Siregar, memfasilitasi penerbangan kemanusiaan bagi warga Aceh Tengah dan Bener Meriah yang hendak menuju Medan melalui Bandara Rembele.
Langkah ini diambil menyusul terputusnya seluruh akses transportasi darat akibat bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu.
Penerbangan tersebut menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU dengan kapasitas angkut sekitar 50 hingga 79 penumpang dalam satu kali penerbangan. Sementara itu, warga yang belum terangkut akan dijadwalkan kembali pada penerbangan berikutnya sesuai dengan kondisi dan kesiapan operasional.
“Seluruh penerbangan ini gratis, tidak dipungut biaya apa pun. Ini murni bantuan kemanusiaan dari TNI Angkatan Udara untuk membantu masyarakat yang terdampak,” ujar Letkol Pas Jhon Herriansyah Siregar di Bandara Rembele, Rabu (24/12/2025).
Ia menjelaskan, dalam proses keberangkatan diterapkan skala prioritas bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, warga yang sedang sakit, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta masyarakat dengan kebutuhan darurat lainnya. Meski demikian, penumpang umum tetap akan diupayakan terangkut dengan mempertimbangkan kapasitas pesawat dan aspek keselamatan penerbangan.
“Kita pastikan semua warga akan diangkut. Namun jumlah penumpang di setiap penerbangan disesuaikan dengan keputusan pilot, bisa 70, 80, bahkan hingga 100 orang, tergantung kondisi penerbangan,” jelasnya.
Letkol Jhon juga mengimbau kepada seluruh calon penumpang agar tetap tertib, sabar, serta mematuhi seluruh aturan keselamatan penerbangan. Ia menegaskan, penumpang dilarang membawa benda berbahaya seperti mancis, gunting, atau barang lain yang berpotensi mengganggu keselamatan selama penerbangan.
“Intinya, mari sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Semua akan kita layani, asalkan mengikuti aturan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Aceh Tengah, Ella (49), mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada TNI AU atas bantuan penerbangan kemanusiaan tersebut. Ia mengaku berangkat ke Medan pada 5 Desember 2025 lalu menggunakan pesawat TNI AU dari Bandara Rembele.
“Saya sangat berterima kasih kepada TNI yang sudah membantu warga Aceh Tengah dan Bener Meriah. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Ella saat ditemui di kediamannya setelah kembali dari Medan, Rabu (24/12/2025).
Menurutnya, penumpang yang ikut dalam penerbangan tersebut tidak hanya warga lokal, tetapi juga wisatawan serta masyarakat dari luar daerah yang sedang berlibur atau memiliki urusan pekerjaan di Aceh Tengah dan Bener Meriah.
“Kalau saya pribadi ingin menjenguk anak yang sedang kuliah di Medan. Berkat bantuan bapak Letkol dan seluruh anggota TNI yang terlibat, kami bisa sampai dengan selamat. Saya mewakili masyarakat yang ikut terbang mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada TNI,” tuturnya.
Penerbangan kemanusiaan ini menjadi bukti nyata kehadiran dan kepedulian TNI Angkatan Udara dalam membantu masyarakat di tengah situasi darurat, khususnya saat akses transportasi darat terputus akibat bencana alam.
Penulis : Onot Pejebe.


