Sinergikan Potensi, Kanwil Ditjenpas Aceh dan ISBI Aceh Tandatangani Nota Kesepahaman

Kota Jantho, Wartagayo.com – Upaya pembinaan warga binaan di Aceh memasuki babak baru yang lebih holistik. Hari ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Aceh dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mensinergikan seni, budaya, dan pendidikan dalam sistem Pemasyarakatan.

MoU strategis ini ditandatangani langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Aceh, Yan Rusmanto, bersama Rektor ISBI Aceh, Prof. Dr. Wildan, M.Pd., bertempat di Gedung Induk ISBI Aceh, Kota Jantho, Rabu (20/08/2025)..

Penandatanganan ini dilandasi oleh semangat untuk mensinergikan potensi dan sumber daya dari kedua belah pihak. Maksud utama dari MoU ini adalah untuk mengembangkan kerja sama dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama ini juga berfokus pada pengembangan sumber daya manusia bagi kedua instansi.

Baca Juga Artikel Berita nya  Polantas Aceh Tengah Lagi Amankan 3 Sepmor Motor Knalpot Tidak Standar Dalam Patroli Antisipasi Balap Liar

Dalam sambutannya, Kakanwil Yan Rusmanto menyampaikan pandangannya mengenai peran seni dan budaya sebagai instrumen pembinaan. “Sinergi ini membuka lembaran baru dalam pembinaan warga binaan,” ujar Yan Rusmanto.

Ia menyorot bahwa Seni dan budaya memiliki kekuatan luar biasa untuk membentuk karakter, menumbuhkan empati, dan mengobati jiwa.

“Kami berharap, melalui kerja sama dengan ISBI, pembinaan di Lapas dan Rutan tidak hanya berbasis keterampilan, tetapi juga nilai-nilai luhur budaya, sekaligus meningkatkan kompetensi SDM kami,” tambahnya.

Baca Juga Artikel Berita nya  Ciptakan Kamseltibcar Lantas Di Lokasi Wisata Di Hari Libur Jelang Nataru, Satlantas Polres Aceh Tengah Lakukan Patroli Dan Pengaturan

Senada dengan Kakanwil, Rektor ISBI Aceh, Prof. Wildan menegaskan komitmen institusinya dalam mengabdi kepada masyarakat. “Sebagai institusi pendidikan seni dan budaya, kami memiliki tanggung jawab moral untuk mengaplikasikan ilmu kami bagi kemaslahatan masyarakat,” tutur Prof. Wildan.

Dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman ini, kedua institusi berkomitmen untuk memulai kolaborasi yang strategis. Diharapkan, kemitraan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi warga binaan, serta memajukan seni, budaya, dan pendidikan di Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *