Blog  

Muhammad Fahmi, Pekerja Migran Indonesia Asal Bener Meriah yang Terjebak di Kamboja Tiba di Kampung Halaman, Eteng Eteng Iyak Ditutup.

Aceh Tengah- wartagayo.com

Kabar baik diterima dari Diaspora Inggris-Indonesia sekaligus Inisiator World Gayonese Community (Diaspora Gayo Dunia) terkait pekerja migran Indonesia (PMI) asal Simpang Teritit Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah, Muhammad Fahmi.

“Alhamdulillah, Fahmi sudah sampai di Tanoh Tembuni dengan selamat dan berkumpul dengan keluarga. Alhamdulillah, gere ara hali (lancar dalam perjalanan). Saya dikabari jam 4-an pagi, sebelum salat subuh waktu Indonesia. Hampir jam 11 malam waktu Inggris,” kata Yusradi Usman al-Gayoni, Kamis malam melalui pesan WhatsApp dari London, Inggris (7/8/2025).

Ibunya Fahmi, Kartini, yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual ikan depik keliling di Bener Meriah, ikan endemik Danau Laut Tawar, ungkap Yusradi, juga sempat menelponnnya. “Mengabarkan, Fahmi sudah di rumah, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu Fahmi, saat masih di Kamboja, sampai tiba di tanah air. Saat ini, Fahmi masih istirahat, memulihkan kondisi fisik dan psikologisnya,” kata Yusradi.

Baca Juga Artikel Berita nya  RIKE NI KEKIRE

Dengan sampainya Muhammad Fahmi di kampung halaman, Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, terangnya, kegiatan eteng-eteng iyak (open donasi/penggalangan dana) untuk membantu pemulangan Muhammad Fahmi dan pekerja migran Gayo lainnya yang berasal dari Asir Asir Kecamatan Lut Tawar, Takengon, Aceh Tengah, yang digerakkan World Gayonese Community, resmi ditutup.

Baca Juga Artikel Berita nya  DPC GRIB JAYA Kota Medan Terima Bantuan Bahan Pokok Sembako Dari Masyarakat Peduli Kasih Untuk Makan Siang Gratis Dapur Umum

Mewakili keluarga, Yusradi Usman al-Gayoni, kembali mengucapkan terima kasih banyak kepada Basri, Sofyan Griantara, Prof. Darmawan, Malsi Daud, Rosnida Sari, Sutarmi, Drs. H. Taufik, M.M., Siti Aminah, Salihin, Indah Mayasary, dan Aman Muhammad Faiz Akbar al-Gayoni, yang sudah mengirimkan donasi.

“Total uang masuk sampai kegiatan eteng-eteng iyak, alang tulung beret bebantu ditutup, terkumpul Rp. 6.900.000,- dari 11 orang tadi. Dipakai untuk konsumsi, pengurusan SPLP ke KBRI, exit visa ke imigrasi, transportasi, tiket pesawat, sampai tiket bus ke Gayo. Ada sebagian buat Al Muttakim, sebagian besar buat Fahmi. Terakhir, kemarin, dikirim Rp. 400.000,- buat tiket bus dan amat-amaten Fahmi dari Medan ke Bener Meriah. Jadi, uang sudah terpakai semua dan sudah dilaporkan ke seluruh donator,” beber Yusradi.

Baca Juga Artikel Berita nya  *Satgas Ops Damai Cartenz-2025 Gagalkan Penyelundupan Senjata ke KKB di Puncak Jaya*

Dilanjutkan Yusradi, biaya pemulangan Al Muttakim sendiri, dibantu Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah, makanya eteng-eteng iyak ditutup. “Informasi dari pihak keluarga, Pak Irliandi Amri, Pun/saudara laki-laki ibunya Al Muttakim, uang dari pihak Baitul Aceh Tengah sudah diterima keluarga. Alhamdulillah, SPLP Al Muttakim juga sudah selesai di KBRI. Exit visanya juga sudah keluar di imigrasi. Tinggal menunggu pulang ke Indonesia,” kata Yusradi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *