Aceh Tenggara Tertinggal dalam Pembangunan Infrastruktur Akibat Sosial Kontrol Berlebihan

Kutacane -wartagayo.com

Ketua Komisi IV DPR Aceh, Nurdiansyah Alasta, menyatakan minimnya bahkan masih ketertinggalan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Aceh Tenggara disebabkan oleh sosial kontrol yang berlebihan. Hal ini disampaikan dalam diskusi dengan pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kota Kutacane pada Sabtu, 11 Oktober.

Baca Juga Artikel Berita nya  Dewan Penasehat LIRA Peroleh Suara Terbanyak dalam Pilkada Aceh Tenggara 2024

Nurdiansyah menjelaskan bahwa faktor non-teknis, seperti sosial kontrol berlebihan, menjadi salah satu faktor gangguan yang membuat pengusaha maupun pemangku kebijakan enggan membawa proyek-proyek strategis ke daerah tersebut.

Baca Juga Artikel Berita nya  Forkopimda Aceh Tenggara Keluarkan Seruan Bersama Sambut Ramadhan 1446 H

“Proyek-proyek strategis baik dari APBN maupun APBA sulit masuk ke Aceh Tenggara karena faktor non-teknis. Bahkan pengusaha lebih mudah membawa proyek ke daerah lain daripada ke Aceh Tenggara,” ujarnya.

Nurdiansyah juga mengajak pegiat LSM untuk mendukung pembangunan lanjutan jalan Muara Situlen Aceh Tenggara – Gelombang Subulussalam. Ia menekankan pentingnya persamaan persepsi dan kerja sama antara LSM, media, dan pejabat daerah untuk menciptakan Aceh Tenggara yang lebih maju dan sejuk. (WI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *